Selama beberapa generasi, kaldu ayam telah menjadi makanan pokok di dapur. Namun, popularitas kaldu tulang sebagai makanan super semakin meningkat, terutama seiring dengan maraknya pola makan seperti paleo. Meskipun keduanya dibuat dengan bahan serupa – sayuran seperti bawang bombay, seledri, dan wortel – profil nutrisinya berbeda secara signifikan.
Apa yang Membedakannya?
Perbedaan utamanya terletak pada cara pembuatannya. Kaldu tulang direbus dalam waktu lama (hingga 24 jam atau lebih), mengambil nutrisi dari tulang hewan. Proses ini melepaskan kolagen, kalsium, fosfor, dan asam amino ke dalam cairan. Kaldu ayam, sebaliknya, menggunakan daging dan terkadang tulang, dimasak dengan waktu yang lebih singkat. Akibatnya, kandungan senyawa ini lebih sedikit.
Keunggulan Nutrisi Kaldu Tulang
Waktu perebusan kaldu tulang yang lama sangatlah penting. Kolagen, yang merupakan manfaat utama, dikaitkan dengan peningkatan elastisitas kulit dan kesehatan sendi, meskipun penelitian tentang manfaat langsung dari mengonsumsi kolagen masih terbatas. Kaldu tulang juga mengandung asam amino seperti glutamin dan arginin, yang menurut penelitian dapat mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan usus.
Jika membeli kaldu tulang yang sudah jadi, carilah tekstur seperti gel saat didinginkan – tanda adanya kandungan kolagen. Pembuatannya di rumah menjamin ekstraksi nutrisi yang maksimal.
Kaldu Ayam: Masih Berharga, Tapi Lebih Ringan
Kaldu ayam menghidrasi dan menyediakan vitamin, mineral, dan protein penting. Juga lebih mudah dicerna karena komposisinya yang lebih ringan. Namun, nutrisinya tidak sama dengan kaldu tulang. Pembuatannya lebih cepat, menjadikannya pilihan yang nyaman ketika waktunya terbatas.
Rincian Nutrisi (Per 1 Cangkir)
Berikut perbandingan opsi yang tersedia secara komersial:
| Nutrisi | Kaldu Tulang | Kaldu Ayam |
|---|---|---|
| Kalori | 41 | 39 |
| Lemak | 0 gram | 1,39 gram |
| Protein | 9 gram | 4,93 gram |
| Karbohidrat | 0 gram | 0,93 gram |
| natrium | 350mg | 747 mg |
Kesimpulan
Kaldu tulang menawarkan pilihan yang lebih padat nutrisi, terutama bagi mereka yang mencari kolagen, kalsium, dan asam amino. Meskipun kaldu ayam tetap menjadi pilihan yang sehat, namun manfaatnya kurang terasa. Pada akhirnya, keduanya dapat dimasukkan ke dalam pola makan seimbang, dengan kaldu tulang memberikan manfaat nutrisi yang lebih kuat.
