Kiwi mendapat pujian. 134mg per cangkir. Hampir 150% dari kebutuhan Anda dalam sehari. Bagus? Tentu. Namun jika Anda benar-benar mencari antioksidan yang tajam dan lezat, kiwi tidak terlalu berarti. Ada yang lebih baik di luar sana. Jauh lebih baik.
Berikut enam hal yang membuat kiwi terlihat seperti lupa vitaminnya.
1. Paprika Merah
Vitamin C: 191 mg (212% DV) per 1 cangkir, cincang
Jangan mengira itu hanya hiasan salad. Paprika merah menghancurkan jeruk dan meninggalkan kiwi di dalam debu. Mereka sudah penuh. Mengapa? Kematangan. Paprika hijau dipetik lebih awal. Yang merah ditaruh di pokok anggur sampai siap. Waktu ekstra itu akan membangun vitamin C, ditambah vitamin A, dan setumpuk antioksidan. Anda tidak hanya menjadi segar; kamu mendapatkan kekuatan.
2. Jambu Biji
Vitamin C: 376 mg (418% DV) per buah
Tropis. Manis dengan sedikit rasa asam. Jambu biji tumbuh di Meksiko, Amerika Tengah, sabuk Amerika Selatan. Dagingnya berkisar dari putih hingga merah. Anda bisa memakannya mentah. Satu buah utuh. Dan booming—Anda sudah mendapatkan vitamin C selama lebih dari empat hari. Tidak ada yang lebih mudah dari itu.
3. Kismis Hitam
Vitamin C: 203 mg (225,5% DV) per cangkir
Kecil. tajam. Berbahaya bagi kebiasaan kiwi Anda. Hanya satu cangkir buah beri ini memberi Anda lebih dari 225% kebutuhan harian Anda. Mereka sangat intens. Tidak banyak orang yang makan blackcurrant mentah karena baunya, tapi jumlahnya tidak berbohong. Ini adalah buah beri kecil yang padat dan memiliki rasa yang padat.
4. Kakadu Plum
Vitamin C: 2.300–1.3150 mg (>2.500% DV) per 3,5 ons
Tunggu. Lihatlah angka-angka itu.
Plum Kakadu adalah tanaman asli Australia dan, tanpa hiperbola, merupakan monster vitamin C. Hanya 3,5 ons memenuhi 2.500 lebih persen kebutuhan harian Anda. Itu tidak masuk akal. Ini mengandung antioksidan lima kali lebih banyak daripada blueberry. Masalahnya? Menemukannya. Buah segar jarang meninggalkan Australia. Anda kebanyakan akan melihat bedak secara online. Layak jika Anda perlu meningkatkan level Anda dengan cepat.
5. Leci
Vitamin C: 136 mg (151% DV) per cangkir
Berasal dari Tiongkok. Kelihatannya aneh, rasanya manis. Leci—alias lengkeng—bukan sekadar permen. Mereka membawa polifenol, senyawa tumbuhan yang bertindak sebagai pelindung sel Anda. Kandungan vitamin C tersebut meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kulit tetap terlihat bagus, dan memberikan perlindungan terhadap oksidasi. Itu bagus. Ini berhasil.
6. Cabai
Vitamin C: 364 mg (404% DV) per cangkir, cincang
Pedas bukan hanya berarti sakit. Cabai rawit sudah terisi. Ratusan miligram lebih banyak per cangkir dibandingkan kiwi itu. Dan bahkan tidak dimasak, yang biasanya merusak vitamin. Panasnya berasal dari capsaicin. Kesehatan berasal dari vitamin C. Anda mendapatkan peningkatan metabolisme dan perlindungan seluler. Dua burung, satu batu yang sangat panas.
Mengapa Anda membutuhkan ini?
Vitamin C bukanlah sesuatu yang bisa Anda simpan. Ini larut dalam air. Kencing, hilangkan, lanjutkan. Tubuh Anda tidak menimbunnya, jadi Anda harus hadir setiap hari. Jika Anda berhenti, tangki akan jatuh.
Ini melawan radikal bebas. Tahukah Anda, molekul-molekul jahat itu merusak sel-sel Anda? Vitamin C menetralkannya. Tapi itu hanya level awal. Itu juga diperlukan untuk membangun kolagen. Tanpanya, kulit Anda akan kendur, luka akan terbuka lebih lama, tulang dan persendian akan terasa terbengkalai. Bahkan membantu darah Anda mengambil zat besi dengan lebih efektif.
Kebanyakan orang dewasa membutuhkan antara 75 dan 120mg setiap hari. Hamil atau menyusui? Anda mungkin membutuhkan lebih banyak. Namun datanya cukup jelas. Asupan makanan yang tinggi terkait dengan risiko kanker yang lebih rendah. Khususnya kanker paru-paru.
Jadi. Anda bisa tetap menggunakan kiwi Anda. Itu lucu. Ini berfungsi dengan baik. Namun jika ingin mengoptimalkan? Mungkin mengambil beberapa paprika. Atau makan saja cabai merah. Pilihan ada di tangan Anda, tetapi perhitungannya tidak ada di pihak Anda jika Anda hanya mengonsumsi kiwi saja.
Apa yang akan kamu makan malam ini? 🌶️
